MURAI

MURAI

            Pada suatu malam, ada seseorang yang baru saja menyelesaikan baito, orang itu bernama Murai. Kondisi ekonomi keluarganya lah yang membuatnya harus melakukan baito sampai larut malam untuk bertahan hidup di Tokyo. Dia baito sebagai penjaga kasir di suatu minimarket, sekitar pukul 21.00 dia melihat ada perampokan dibelakang minimarket tempatnya baito saat dia hendak membuang sampah. Yang menjadi korbannya ada seorang perempuan yang berumur sekitar 20 tahun. Saat itu dia sangat ingin menolongnya, tatapi dia menyadari betapa lemah kondisi fisik yang dia miliki dan berfikir itu adalah hal yang mustahil untuk menghentikan perlakuan dari perampok itu.
            Tanpa pikir panjang, saat itu juga dia menelpon kenalan polisi yang kebetulan berjaga di dekat tempat dia bekerja. Setelah dia selesai menginformasikan kejadian itu, tanpa pikir panjang dia dengan cepatnya lari ke arah perampok tersebut dengan membawa sampah dan melemparkan ke arahnya, tapi dia sengaja tidak mengenainya dan perlakuannya itu hanya untuk mendapatkan perhatian si perampok. Benar saja perhatian perampok yang sedang berusaha merampok perempuan itupun tertuju kepadanya dan memalingkan pandangannya dari perempuan yang hendak dirampoknya. Saat itu juga perempuan itu langsung lari dengan sangat cepatnya untuk menghindari kejadian itu dan hilang entah kemana. Perampok pun kesal dan berlari ke arah Murai, tetapi Murai sangatlah beruntung, teman polisi yang tadi di hubungi datang dengan 2 orang temannya dan berhasil menangkap perampok itu.
Murai pun dimintai penjelasan oleh pihak kepolisian dan kembali bekerja setelah selesai. Sudah sekitar 50 menit berlalu dari awal terjadinya perampokan dan Murai pun sedang bersih-bersih untuk menyelesaikan baito dan pulang karena waktu baito sudah akan berakhir, setelah selesai dia bergegas pulang dan membeli bahan makanan untuk sarapan keluarganya. Didalam keluarga itu hanya ada ibu dan adik perempuannya yang masih duduk di bangku SMP. Saat perjalanan pulang dari membeli bahan makanan, dia merasa seperti sedang dibuntuti sesuatu yang terasa sangat mengerikan. Setiap dia menoleh tak ada apapun dibelakangnya, dia terus berjalan dan mempercepat langkahnya, semakin dia mempercepat langkahnya semakin terasa sangat mengerikan perasaan yang mengikutinya. Murai tidak memperdulikannya meskipun dia takut akan hal itu dan terus melanjutkan langkahnya ke rumahnya karena sudah larut malam. Sesampainya dirumah, Murai langsung memasukan bahan makanan tersebut ke kulkas dan beristirahat.
Keesokan harinya dia menyiapkan sarapan untuk ibu dan adiknya karena itulah tugas dia dirumah sebelum berangkat ke sekolah. Murai menjalani kesehariannya dengan normal selama bersekolah, dia juga memiliki banyak teman dan lumayan terkenal karena kecerdasannya, dia bisa bersekolah di SMA ternama dengan beasiswa yang diraih olehnya, meskipun tak memiliki fisik yang mumpuni, dia menutupi kelemahannya itu dengan kecerdasannya. Murai memiliki teman perempuan yang sangat dekat dengannya di sekolah dan perempuan itu bernama Akane, dia adalah perempuan yang sangat cantik, cerdas dan baik. Berbanding terbalik dengan keadaan Murai, Akane lahir dari keluarga yang kaya raya dan erkenal.
Saat sekolah selesai, Murai diminta untuk datang kerumah Akane untuk menjelaskan pelajaran selama dia tidak masuk 2 hari yang lalu karena demam. Sesampainya dirumah Akane, dia melihat perempuan semalam yang hendak dirampok dan ternyata perempuan itu adalah kakaknya Akane yaitu Akemi. Dengan sangat cepatnya Akemi memeluk Murai karena merasa sangat tertolong saat itu dan sangat berterimakasih telah menggagalkan penculikan tersebut. Akane bingung dengan kelakuan kakaknya yang tiba-tiba memeluk Murai, akhirnya mereka berbincang tentang kejadian semalam di ruang tamu dengan beberapa camilan dan hidangan yang disiapkan oleh pelayan.
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat saat mereka membicarakan hal-hal yang menarik selain kejadian semalam. Murai pun harus segera ke minimarket untuk baito dan bergegas pergi. Murai ditawari untuk diantar oleh supir keluarganya tetapi dia menolaknya karena tidak ingin merepotkan orang lain dan berangkatlah dia ketempat baito. Selama perjalanan, Murai merasakan perasaan yang sama seperti semalam dan membuatnya semakin takut karena kehadiran sesuatu yang tak jelas seperti itu. Murai pun mempercepat langkahnya kembali untuk menghindari perasaan mengerikan tersebut dan tak lama kemudian, dia sampai ditempatnya baito.
Beberapa hari telah berlalu dengan situasi mengerikan itu dari hari ke hari. Selama itu juga dia tidak memperdulikan hal itu dan terus melanjutkan kegiatannya tanpa menampilkan perasaan curiga akan hal itu. Suatu hari dia merasakan seseorang dengan sangat jelas memperhatikannya. Tetapi seperti biasa, Murai dengan sengaja tidak menampilkan perasaan curiga apapun untuk mengecoh orang tersebut. Murai pun pulang saat baito selesai dan sebelum pulang, dia sudah menghubungi teman polisinya yang berjaga didekat situ dan meminta untuk mengawasi Murai dengan bantuan beberapa polisi. Benar saja, saat Murai berada di sebuah jalan yang sepi, dia disergap oleh dua orang tak dikenal lalu kedua orang itu berusaha untuk menculiknya. Murai lari terkocar-kacir karena sangat ketakutan dengan kedua orang itu, tetapi karena kondisi fisik Murai yang tak mumpuni tersebut, kedua orang itu dengan mudahnya menangkap Murai dan memasukannya kedalam mobil yang sudah siap untuk membawanya. Sesaat sebelum mobil berangkat, teman yang telah dihubungi Murai datang dan bergegas menghampiri mobil yang membawa Murai dengan sekuat tenaga, tetapi mereka gagal menghampiri Murai untuk menyelamatkannya.
Polisi pun segera melakukan investigasi tentang kejadian itu lalu menghubungi keluarga Murai dan menjelaskan kejadian yang menimpa Murai. Hari demi hari berlalu dan Murai pun disekap disuatu tempat terpencil di daerah gunung fuji. Murai dijadikan tawanan dan pihak perampok menghubungi keluarga Akemi karena mereka mengetahui bahwa Murai memiliki hubungan dengan keluarganya. Mereka memintai tebusan kepada keluarga Akemi. Tetapi Murai tidak tinggal diam karena dia berpegang teguh dengan prinsip yang tidak ingin merepotkan orang lain dan mulai menggunakan kecerdasannya untuk meloloskan diri.
Benar saja Murai berhasil melepaskan ikatannya dan berhasil menghubungi Akane untuk jangan membayarkan apa yang diminta oleh penculik itu, dengan sangat yakin dia berkata “aku akan lolos dari para penculik sialan ini”. Akane pun menjawab “tenang saja, keluarga kami sedang berusaha menyelamatkanmu dan sudah mengerahkan beberapa orang utusan untuk melakukan sesuatu”. Saat itu juga Murai mengirimkan lokasi kepada Akane dan teman polisinya itu, lalu mengembalikan semua barang kembali ketempat semula agar penculiknya tidak menyadari perbuatannya dan telah menyiapkan sebatang besi untuk melawan penculik tersebut. Dia sudah memberitahukan orang yang telah dipercaya Murai untuk datang pada waktu tertentu berdasarkan kebiasaan para penculik. Ditempat itu ada 4 orang yang menjaga Murai dan masing-masing kebiasaannya adalah Pelaku 1 datang untuk memberikan Murai makanan dan menjaganya selama Murai makan, Pelaku 2,3 dan 4 sedang minum-minuman keras dan merokok di luar bangunan. Murai bisa mengetahuinya karena terlihat dari jendela tempat Murai di tahan. Benar saja sekitar 3 jam setelah Murai memberikan lokasi, penculik datang untuk memberikan Murai makanan dan sekitar 5 menit Murai menyantap makanannya, keributan terjadi diluar dan Murai pun menghantam kepala bagian belakang penculik yang sedang dalam ruangan yang sama dengannya saat penculik itu melihat kejendela karena memantau keadaan diluar.
Murai berhasil menjatuhkan penculik itu lalu berlari dengan sekuat tenaga keluar bangunan tersebut. Disana sudah ada banyak polisi dan ada beberapa orang suruhan dari keluarga Akane. Murai pun dijemput oleh orang suruhan itu dan berhasil meloloskan diri. Dia merasa sangat senang karena telah selamat dari orang-orang itu, polisi kembali menangkap penjahat yang ternayata adalah buronan yang telah lama ditargetkan dengan kasus yang sama.
Setelah itu Murai dibawa kerumah sakit untuk diperiksa kesehatannya dan disana juga dimintai penjelasan oleh polisi untuk melengkapi data dari kejahatan yang telah terjadi. Keluarga Murai dan keluarga Akane pun datang kerumah sakit untuk mengunjungi Murai. Ibu dan adik Murai menangis bahagia karena Murai berhasil selamat dari apa yang telah terjadi dan keluarga Akane pun membicarakan tentang keamanan Murai beserta keluarganya, lalu menawarkan mereka untuk tinggal dirumahnya agar kejadian itu tidak terulang kembali karena hal itu pastilah karena Murai telah menggagalkan penculikan yang ditujukan kepada Akemi pada awalnya.
Hari-hari pun berlalu dengan sangat damai dan terasa lebih damai dari sebelumnya bagi keluarga Murai, karena Murai tidak harus baito lagi, bahkan tidak harus memikirkan bagaimana dia harus bertahan hidup karena kondisi ekonomi keluarganya. Karena semua kebutuhan telah ditanggung oleh keluarga Akane. Hubungan Murai dengan Akane pun semakin hari semakin bertambah dekat karena kejadian itu.



-SELESAI-

Komentar

Postingan Populer